loading...
![]() |
| Homeless |
Dalam studi kasus tertentu...hampir di pastikan 75% laki laki meninggal dunia terlebih dahulu ketimbang pasanganya alias istrinya.
Kenapa ini bisa terjadi?Bagaimana mencegahnya?
Caraparodi akan membahas tuntas sampai ke akar akarnya...jadi baca dengan seksama ya agar tak ada yang terlewatkan.
*kenapa jadi kayak mau bahas pohon dan lingkungan hidup ya?
Di amerika serikat kasus kematian pria lebih banyak terjadi daripada wanita.Sehingga para lelaki dan ilmuwan di sana berjuang keras mencegah angka kematian yang tinggi dari jenis kelamin laki laki.
Oxford university telah melakukan penelitian mendalam pada hampir 10 ribu laki laki dewasa dengan umur di atas 50 tahun.Namun semuanya gagal karena sebelum penelitian tuntas,para koresponden sudah mati duluan.
Jadi kesimpulanya oxford gagal total di tahun pertama mereka melakukan penelitian.
Tahun kedua,kembali dilakukan penelitian,dan kali ini menyasar pada umur 40 tahun ke atas....lagi lagi gagal...ternyata di amerika umur 40 tahun juga banyak yang meninggal,bahkan 40% dari koresponden masih lajang atau belum berkeluarga.
Semakin sulit dan menjauh titik terang bukan?
Pada tahun ketiga oxford menyerahkan penelitian sepenuhnya pada tim caraparodi.Dan ternyata kami telah menemukan fakta dari penelitian ini.Fakta yang mencengangkan dan sungguh membuat para wanita harus mengubah pola pikir mulai dari detik ini.
Berikut beberapa penyebab kenapa pria rentan mati daripada wanita?
- Faktor Genesis.Pengaruh besar pada point satu ini adalah faktor keturunan atau gen.Ketika seorang ayah atau orang tua mempunyai anak dan anak anaknya tidak di didik dengan benar,maka faktor kematian akibat gen menempati urutan paling atas.Sebagai contoh ketika orang tua sering mengatakan ,"gen ora sugih ora popo,penting urip","gen ora usah gagas wong liyo,mengko mati dewe"
Betapa pengaruh gen sangat besar dalam kasus ini. - Pengaruh Mental.Mental seorang lelaki sangat penting dalam mengarungi kehidupan.Mental yang lemah akan berakibat kematian yang lebih banyak.
Misalnya..mau hidup aja mentalnya gak punya.
Mau sembuh sakit mentalnya ga punya.
Mau kawin gak punya mental jadinya jomblo akut dan abadi yang berujung bunuh diri.
Maunya hidup enak mulu,gak mau hidup susah,Kalau hidup gak kaya mending mati.
Pemahaman yang keliru ini berkembang sampai sekarang pada mereka yang tidak punya mental petarung kehidupan. - Gaya Hidup.Pada point ke tiga ini gaya hidup juga mempengaruhi tingkat kehidupan seorang pria.Pada lelaki dewasa dengan lingkungan ekonomi tinggi,biasanya memicu stres berlebihan bagi yang tak kuat mental.
Banyak lelaki bergaya hidup mewah,gaya hidup foya foya.Gaya hidup..padahal dia sudah beneran hidup,ngapain masih bergaya?Akhirnya mati deh... :p. - Faktor Ekonomi.Ini juga berperan besar...kebanyakan lelaki dengan kondisi ekonomi rendah rentan mati.
Bukan bunuh diri bro...tapi karena ekonominya rendah dia jadi sering gak bisa makan,maka kematianlah yang terjadi. - Faktor Rumah Tangga.Lelaki yang sudah mempunyai rumah tangga rentan mati,bukan karena tekanan istri ataua tekanan mertua.Tapi karena lelah,bukan pula lelah karena bekerja.
Ya itu tadi faktor rumah tangga.Coba pake rumah lift..pasti tidak gampang capek naik turun tangga.... - Faktor kepikunan atau berkurangnya daya pikir otak.Lelaki umur 60 tahun ke atas biasanya menderita alzmeir alias kepikunan atau gampang lupa.
Bahkan kebanyak mereka mati karena lupa bernafas. - Stres.Stres juga memberi peran penting dalam kematian seseorang terutama lelaki.Biasanya stres di tandai dengan pikiran yang kusut.Ini bisa terjadi karena biasanya jarang mandi,jarang punya uang,jarang tidak kusut,jarang lihat wanita cantik,jarang lihat bokep.Sering melihat tali,jadilah bunuh diri.
- Faktor X.Faktor X di sini bisa banyak,mulai dari karena hilangnya nyawa,hilangnya harapan hidup,dan karena mungkin tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa dosa.....
Salam.....

