loading...
![]() |
| Lelaki Tertindas |
Mendengar kata stroke tentu kita berasumsi adalah penyakit di mana seseorang tidak bisa menggerakkan sebagian anggota tubuhnya karena matinya sebagian syaraf pusat.
Betul sekali..namun sayang saya tidak punya hadiah untuk anda karena menjawab pertanyaan ini dengan benar...akan tetapi tidak apa apa.
Dari sekian penyebab stroke salah satunya adalah pikiran terlalu berat.
Meskipun stroke bukan pembunuh nomer satu, tapi stroke adalah pemicu pembunuh nomer satu. Karena biasanya penderita stroke tidak bisa melakukan aktifitas tubuh sehingga berbagai macam penyakit datang menghampiri karena kurang gerak.
Beberapa hal yang lebih mempercepat kematian bagi penderita stroke adalah beban pikiran dan emosi yang sering tidak terkontrol karena tak kunjung sembuh atau merasa menjadi beban bagi orang lain.
Salah satu penyebab stroke yang jarang di ketahui dan di ungkap para dokter medis adalah "Menikah Di Usia Lanjut"
Benarkah?
Simak penjelasan secara ilmiah dan logis berikut ini.
Kami mengumpulkan fakta dengan melakukan survey selama kurang lebih 10 tahun bahkan sejak mbah Harto lengser kami sudah memulai melakukan survey secara mandiri atau independent.
Beberapa hasil survey kami keakuratannya mendekati 99% benar sesuai hukum alam yang telah terjadi dan mungkin yang akan terjadi di masa depan.
- Menikah usia lanjut membuat anda takut istri 2x lipat. Inilah survey pertama kami yang sejauh ini ternyata benar. Lelaki yang menikah dengan usia tua di atas 35 tahun cenderung takut dengan istrinya. Namun meski begitu mereka menolak mengatakan bahwa mereka takut istri. Mereka lebih menyebut pada "mengalah". Di tutupi bagaiamanapun, takut istri tidak bisa...tetap takut istri. Secara logika memang takut istri ini di karenakan pemikiran alami yaitu mengingat susahnya mencari istri maka setiap membuat keputusan maka lelaki lelaki ini lebih baik mengalah karena takut di tinggal minggat.
- Menikah di usia lanjut cenderung cepat mati karena tubuh dan pikiran tidak mampu lagi mengimbangi kondisi hidup. Kondisi hidup tidak selalu berjalan baik meski banyak orang berfikir bahwa banyak uang akan membuat kehidupan jauh lebih baik. Ini memang tidak salah, tapi juga tidak benar. Ketika tubuh sudah mulai tua maka kesehatan dan kebugarannya ketika di ajak melakukan pekerjaan berat tentu berbeda dengan ketika anda masih muda. Begitu juga pikiran, sering tak mampu di ajak kompromi apalagi dalam keluarga akan selalu banyak masalah yang beragam dan bertambah jika tidak segera di atasi. Ketidak mampuan seseorang mengendalikan kadar emosional-lah yang memicu berbagai penyakit seperti lambung hingga stroke berat.
Menikah termasuk dalam kategori rejeki,yaitu soal jodoh. Sehingga sebagai manusia harus terus berusaha dan berdoa. Namun adakalanya seseorang telah berusaha namun belum menemukan rejeki dalam bentuk jodoh. Mereka ini adalah pejuang...
Berbeda dengan mereka yang pilih pilih atau menunda nunda menikah karena beberapa alasan klasik seperti belum mapan, masih memilih yang pas, atau menunggu kaya baru menikah.
Inilah kesalahan fatal yang sering dilakukan mereka yang menunda nunda menikah. Memang..menikah terlalu dini juga tidak baik karena faktor psikologis sangat berpengaruh besar dalam membina rumah tangga.
Tapi tahukah anda bahwa menikah di usia tua itu membuat kehidupan menjadi seperti "penjara?"
Ya..tidak salah baca... Pen-ja-ra.
Penjara dalam konteks ini adalah takut istri.
Berikut survey yang hampir 99% akurat yang telah di lakukan oleh pakar pakar kami di lapangan selama kurang lebih 15 tahun:
- Memberikan pertanyaan pertanyaan tentang aktifitas yang sering di lakukan di luar jam kerja.
- Memberikan pertanyaan terkait sikap jika bertemu gadis cantik tanpa sepengetahuan istri.
- Menganalisa seberapa sering memakai parfum
- Analisa seberapa sering berkumpul bersama teman teman lama atau kolega.
- Memberikan pertanyaan seputar berapa banyak uang "laki laki" yang tidak di ketahui istri.
- Analisa seberapa sering mencuci pakaian sendiri dan kutang istri dalam sebulan.
Maka dari survey lapangan terdapat beberapa kesimpulan dan semuanya mengarah pada penyakit stroke berat jika terus di biarkan berlanjut dalam jangka lama apalagi seumur hidup.
Dari 1000 orang yang ternyata menikah di usia lanjut, jwaban yang di dapat ternyata mengejutkan sekaligus memprihatinkan( logat SBY ).
- Rata rata para lelaki yang menikah di usia lanjut jarang melakukan kegiatan yang ia sukai semisal hobi memancing dan lainya di luar jam kerja. Mereka lebih banyak menemani istri belanja, membantu pekerjaan istri semisal mengepel lantai dan lainya.
- Ketika bertemu gadis cantik tanpa sepengetahuan istrinya, mereka tampak bahagia sekali seakan akan mendapat angin surga, bahkan tak jarang petugas survei kami mendapati "curhatan kebahagiaan" lelaki dari penjara ini.
- Bisa di bilang hampir 50% lelaki dalam survey mengaku sering memakai parfum namun jenis, wangi parfum, serta moment moment memakainya atas kehendak istri. Misalnya saat acara kondangan, kematian dan lainya selama istri ikut serta dalam acara.
- Berkumpul bersama teman lama walaupun hanya sekedar nonton bola, adalah hal yang sangat pantang di lakukan dengan alasan "lebih suka menemani istri di rumah" meskipun kata kata di atas hanyalah majas semata.
- Jika berbicara soal "uang lelaki" hampir seluruh koresponden tidak memegang uang tunai lebih dari 50 ribu. Mereka lebih suka menyimpan uang di ATM alias "Aku Titipkan Mama". Mama di sini adalah istri soleha lelaki lelaki tersebut. Jenis lelaki ini sangat jujur, saking jujurnya mereka memberikan PIN instagram dan lainya kepada istri.
- Dalam sebulan wanita biasa mencuci hampir 25 kali pakaian pria dan pakaian mereka sendiri. Namun pria normal hanya mencuci sebanyak 2-3 kali dalam sebulan itupun pakaian mereka sendiri dan sebatas kaos oblong. Dari sekian banyak hasil analisa, 70% pria pria ini mengaku mencuci pakaian mereka sendiri lebih dari 10 kali dalam sebulan. Di tambah mencuci pakaian istri berupa kutang dan sejenisnya lebih dari 5 kali. Ini artinya telah terjadi penjajahan secara halus dan tertutup dalam bangunan keluarga.
Petugas kami mencoba mengorek keterangan lebih dalam, dan hasilnya para lelaki yang menikah usia lanjut ini hidupnya sangat tertekan sekali.
Namun mereka sejauh ini mampu menyembunyikan hal tersebut karena bagi mereka menjadi "seperti itu" adalah aib bagi kaum lelaki.
Maka dari "penahanan dan penjajahan" tersebutlah yang membuat semakin banyak terkumpul benih benih stroke.
Potensi stroke para lelaki ini sudah di ambang wajar karena ketidak pengertian para wanita yang menari nari di atas penderitaan suami.
Maka wajar jika menikah di usia lanjut bikin cepat stroke 10 kali lipat.
Mulai sekarang jika ada wanita yang membaca artikel ini, sampaikan kepada kaum kalian agar penindasan tanpa perasaan ini berakhir.
Agar pola pikir semua uang adalah milik istri bisa di perbaiki.
Agar pola pikir salah ini bisa di luruskan.
Agar suami suami ini berumur panjang dan bisa mendampingi anak anak kita sampai dewasa nanti.
Agar para suami ini bisa mendampingi para istri saat sakit, bukan hanya saat belanja saja.
Agar para suami ini tetap tampang dengan kepala yang tidak botak karena kerontokan rambut akibat mikir keras.
Semoga para istri bisa mengerti....
